Ternyata Begini Hukum Judi Online Menurut Agama Buddha

Spread the love

consultram – Mayoritas masyarakat Indonesia memang menganut agama Islam. Terkait dengan pernyataan tersebut, Islam adalah agama yang secara tegas melarang perjudian. Namun, tentunya Anda sudah tau bahwa di Agama di Indonesia tidak hanya Islam saja, melainkan sangat beragam sesuai dengan semboyan Bangsa Indonesia yang bertajuk Bhineka Tunggal Ika. Adapun salah satu agama di Indonesia selain agama islam ialah Agama Buddha. Lantas bagaimanakah hukum judi online menurut agama Buddha?? Bagi Anda yang berkepercayaan Buddha, tentu Anda sudah paham betul akan hal ini. Namun, tidak ada salahnya bagi kita yang beragama lain untuk mengetahui hal tersebut.

            Pada dasarnya, tidak ada satupun agama yang memperbolehkan umatnya untuk melakukan hal-hal keji seperti Judi Online. Tak terkecuali dengan agama Buddha. Dalam hal ini, Agama Buddha memiliki tujuh prinsip dalam menjalankan hidup atau yang dikenal dengan Ariya Atthangika Magga (Jalan Utama Berusa Lapan). Salah satu dari prinsip tersebut adalah Samma-Ajiva yang berarti mata pencaharian benar. Hal tersebut mengindikasikan bahwa umat Buddha tidak diperkenankan untuk mendapatkan penghasilan dengan cara yang salah seperti berjudi. Di samping itu, dalam kitab Sutta Pitaka juga dijelaskan mengenai beberapa hal terkait dengan judi. Bagi Anda yang penasaran, maka terus perhatikan artikel yang mengulas tentang hukum judi online menurut agama Buddha ini.

            Menurut pandangan Buddha, kecanduan judi digolongkan sebagai enam hal yang menyebabkan pemborosan kekayaan bersama dengan kecanduan minuman keras, berkeluyuran di jalan tidak pada waktunya, bergaul dengan wanita penghibur, dan sebagainya. Dalam kitab agama Buddha juga disebutkan mengenai enam bahaya dari kecanduan judi, yakni sebagai berikut:

  1. Pemenang akan memperoleh kebencian dari pihak yang kalah.
  2. Pihak yang kalah akan menyesal dan bersedih.
  3. Menyebabkan harta kekayaan menjadi terkuras habis.
  4. Ucapan pelaku judi tidak akan dipercayai orang lain.
  5. Dipandang remeh oleh orang lain.
  6. Tidak pantas untuk dijadikan sebagai calon pasangan hidup.

Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa hukum judi online menurut agama buddha adalah tidak diperbolehkan.